Senin, 12 Januari 2015

Telekung ( Mukena ) Kecilku

Cerita beberapa tahun yang lalu...
Aku sangat bersyukur kehadirat Illahi Rabbi, karena Allah SWT selalu memberikan Nikmat hidup yang berharga buatku. Suatu hari putri kecilku "Intan Humairoh Ahemsa"( saat itu berumur 3,4 tahhun) ikut bangun subuh, sebagaimana biasanya aku bangun sebelum Azan Subuh berkumandang. Sementara hari itu suamiku sedang berada diluar kota.

Sayup sayup terdengar lantunan suara ngaji melalui kaset di Mesjid dekat rumahku, lalu aku terbangun dan seperti biasa menyiapkan susu instan yang akan disaji kedalam botol susu untuk diminum putri kecilku, Subuh hari itu ternyata buah hatiku pun  ikut terbangun, sementara aku mulai bimbang kalau dia tidak bakal melanjutkan tidurnya, karena pagi hari dia harus kesekolah (Play Group).

Apa yang membuat aku terperanggah dan tertegun, dengan lantang dia mengtakan bahwa "Intan mau ikut sholat subuh sama ibu ", Oo oo tak lengah lagi akupun bergegas menuntun dia ke kamar mandi untuk buang air kecil dan mengambil wuduk, terus mengenakan Telekung (mukena) dan menggelar sejadah dikamarku. Alhamdulillah selesai saja Azan berkumandang dimesjid, aku lanjutkan dengan Qomat dan merapikan tegakku untuk memulai sholat bersama putri kecilku (baru pertamakali sholat subuh bersamanya).

Aku lapaskan niat dan menjalankan sholat subuh dengan mengeluarkan suara yang lebih keras, agar putriku tau apa yang aku lapas/ucapkan. Sampai raka'at kedua dan berakhir dengan salam, alhamdulillah dapat kami jalani dengan baik. Padahal biasanya di waktu sholat yang rutin aku kerjakan dan di ikutinya tidaklah setenang subuh itu. Waaah ini sungguh menakjubkan, luar biasa.

Sekarang putri kecilku sudah mulai tahu waktu waktu sholat wajib, walaupun masih banyak waktu yg belum dikerjakan dengan tertib, kondisi ini membuat ku hati hati membimbingnya agar selalu melakukan ajaran agama sesuai Aqidah Islam, alhamdullih intan kecilku banyak dapat bimbingan dari guru TK nya dan guru SD nya . aku selalu mengharapkan Allah  SWT akan memberikan nikmat nikmat yang lainya.Mudah2an Allah SWT selalu memberi kesempatan untuk aku belajar dan terus belajar mensyukuri Nikmat Nya yang tak terhingga. >>>> SEMOGA<<<<

Ketika Emosi Menjadi Penting

 KECERDASAN EMOSIONAL DALAM BERKARIR”

( by; Embung Megasari Zam, Widyaiswara BKD Provinsi Riau)

Jika berbicara tentang emosi maka setiap orang akan mengatakan bahwa ia pernah merasakannya, setiap orang bereaksi terhadap keberadaannya. Hidup manusia kaya akan pengalaman emosional, hanya saja ada yang sangat kuat dorongannya, ada pula yang samar sehingga ekspresinya tidak tampak. Di satu sisi banyak oarang menganggap Kecerdasan emosional itu hal yang tidak begitu penting dibanding Kecerdasan intelektual.

Emosi adalah perasaan yang ada dalam diri kita, dapat berupa perasaan senang atau tidak senang, perasaan baik dan buruk. Dalam World Book Dictionary (1994:690) emosi didefinisikan sebagai “berbagai perasaan yang kuat”. Goleman (1995:411) menyatakan bahwa “emosi merujuk pada suatu perasaan atau pikiran-pikiran khasnya, kejadian biologis dan psikologis serta kecenderungan untuk bertindak”.

Sedangkan perkembangan sosial menurut Hurlock (1978:250) mengutarakan bahwa perkembangan sosial merupakan perolehan kemampuan berperilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial. “sosialisasi adalah kemapuan bertingkah laku sesuai dengan norma, nilai dan harapan sosial”

Dari hasil penelitian tentang perilaku yang sangat luas oleh dr.Daniel Goldman menyebutkan bahwa Emosi telah menunjukkan peran yang berarti dalam kehidupan mental kita. Sebagai makhluk hidup kita memiliki dua macam pikiran yakni satu yang berfikir dan lainnya yang merasakan. Sebagai makhluk sosial kita membutuhkan orang lain dimana kemampuan bersosialisasi sangat dibutuhkan. Sementara kecerdasan emosional menjadi sangat penting dalam kehidupan sosial dan juga karir kita dalam dunia kerja sehari hari.

Kecerdasan emosional dapat membantu kita berhubungan dengan orang lain, bertingkah laku dengan cara yang dapat diterima oleh masyarakat, belajar memainkan peran sosial dimasyarakat serta mengembagkan sikap/tingkah laku sosial terhadap individu lain dan aktivitas sosial yang ada di masyarakat. Dalam menentukan kesuksesan karir pun kecerdasan emosional memainkan peranan penting. Mampu bekerjasama dalam tim adalah contoh dari perilaku emosional yang cerdas, sehingga menyelesaikan sebuah tugas secara bersama dan meraih sukses.

APAKAH KECERDASAN EMOSIONAL ITU ?

Menurut Andrew Coleman pada bukunya A Dictionary of Psychology:

Kecerdasan Emosional adalah kemampuan untuk memonitor emosi diri sendiri dan orang lain, memilah-milah antara emosi yang satu dengan yang lain, serta menggunakan informasi emosi untuk memandu cara berpikir dan perilaku.

Kecerdasan emosional (EQ) ditandai dengan kemampuan seseorang mengendalikan diri dalam menghadapi keadaan sulit. Dengan pengendalian yang kuat, ia bisa dengan tenang melihat permasalahan dan dengan tenang memperhitungkan dampak dari suatu keputusan atau suatu tindakan.

Setiap orang mempunyai perbedaan personalitas, kepribadian, keinginan dan kebutuhan dan bagaimana menunjukan emosi. Perhatian orang yang cerdas secara emosi bukan hanya berrfikir logis tetapi juga mampu berfikir arif dan bijak, Ia bukan hanya mengenali siapa dirinya, tetapi juga berusaha mengenali orang lain yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi sehingga kehadirannya dapat memecahkan masalah bukan membuat masalah baru.

PENTINGKAH KECERDASAN EMOSIONAL TERSEBUT ?

Dalam dunia kerja peranan IQ atau Intelligence Quotientjuga penting.IQ adalah ukuran kecerdasan intelektual seseorang yang dinilai berdasarkan kemampuan kognitif, penalaran, dan logika. Tapi, memiliki tingkat inteligensia yang tinggi ternyata tidak serta-merta menjamin seseorang jadi orang yang sukses .Banyak pakar menganalisa bahwa yang IQ yang tinggi tidak berbanding linier dengan kesuksesan.

Hal ini menunjukkan bahwa banyak orang berpendidikan tinggi tetapi belum tentu punya tingkat kecerdasan emosi yang baik (belum cerdas emosinya)

IQ tetap perlu didukung oleh yang namanya kecerdasan emosional (Emotional Intelligence/EI atau sebelumnya disebut Emotional Quotient/EQ). Kini, kecerdasan emosional udah menjadi salah satu hal yang penting bagi dunia bisnis.

Kita sudah mengetahui bahwa orang-orang paling sukses bukanlah yang paling cerdas atau yang paling tercukupi hidupnya.anda mungkin kenal seseorang yang cerdas tapi ternyata kurang sukses di kerjaan atau hubungan pribadinya. Nah, di sinilah kecerdasan emosional berperan penting dalam kehidupan.IQ membantu untuk menyerap ilmu yang diperlukan dalam pekerjaan, tetapi Kecerdasan emosional membantukita untuk mengelola stres dan emosi serta menyelesaikan masalah dalam pekerjaan.

Ada banyak orang di seluruh belahan dunia ini yang sangat hebat di bidang akademis tetapi mereka tidak mampu dengan baik berhubungan dengan orang lain (bergaul). Kecerdasan akademik tidak cukup untuk menjadikan seseorang itu sukses dalam menjalani kehidupannya, akan tetapi kecerdasan akademik (IQ) dapat membantu seseorang mendapatkan pekerjaan dan mencari nafkah lebih mudah dan tidak menunjukkan kepadanya bagaimana untuk hidup yang lebih baik.

Kecerdasan Emosional dapat mempengaruhi hal-hal berikut:

1. Kinerja saat bekerja.

Kecerdasan emosional membantu anda mengetahui dan memperbaiki hubungan sosialanda di tempat kerja, memimpin dan memotivasi orang lain, serta meningkatkan karir. Banyak perusahaan yang menganggap kecerdasan emosionalsama pentingnya dengan kemampuan teknis.

2. Kesehatan fisik

Pernah kah kita merasa lelah berlebihan ketika menghadapi tekanan pekerjaan?Menghadapi masalah dalam pekerjaan yang membuat kita stres sehingga mempengaruhi kinerja anda?Mengelola emosi menjadi sangat penting untuk menekan tingkat stres. Stres yang tidak terkelola dengan baik bisa menimbulkan masalah kesehatan yang serius, seperti meningkatkan tekanan darah, menurunkan daya tahan tubuh, mempercepat penuaan dan meningkatkan resiko stroke dan serangan jantung.

3. Kesehatan mental

Stres yang tidak terkontrol juga dapat menimbulkan gangguan mental, seperti perasaan cemas, ilusi dan depresi. Kekurang mampuan mengelola emosi juga bisa menimbulkan mood swing yang berpengaruh terhadap kemampuan menjalin hubungan yang kuat

4. Hubungan antar sesama

Dengan memahami emosi dan mampu mengendalikannya, kita bisa mengekspresikan perasaanmu dan memahami perasaan orang lain dengan lebih baik, sehingga kita bisa berkomunikasi lebih efektif dan membangun relasi yang lebih kuat, baik di tempat kerja, dilingkungan tempat tinggal maupun ranah pribadi.

Bisa dibayangkan jika kemampuan mengelola kecerdasan emosional tidak anda miliki pasti akan berpengaruh besar terhadap karir anda dan kehidupan secara pribadi, banyaknya kendala hanya dikarenakan anda tidak mampu membina hubungan dengan sesama rekan kerja, mungkin bahkan kepada atasan anda.akibatnya anda terlihat tidak diperlukan dalam perusahaan (tempat bekerja) dan itu artinya anda akan sulit untuk meniti karir jauh lebih baik.

Sebaliknya jika kita mampu menjalankan kemampuan emosioal dengan baik bisa dipastikan kita akan sukses, karena ketika kita merasa bahagia dan merasa bahwa hidup kita sudah sukses, kecerdasan emosional lah yang membantu kita dalam merasakan semua itu, kecerdasan emosional ini memiliki peran penting dalam kehidupan kita, yaitu: untuk memberikan motivasi, kesadaran diri, kebahagian, rasa, empati, simpati dan yang lainnya.

Orang yang cerdas emosinya akan mampu mengenali keadaan emosional mereka sendiri dan keadaan emosional orang lain dan sebagai akibatnya mereka lebih mudah berhubungan dengan orang disekitarnya, baik dalam bidang akademik, ekonomi, pekerjaan, maupun saat bercanda dengan teman-teman Anda.

Oleh karena itu, jika Anda memiliki kecerdasan emosional yang baik, kita akan bisa memilki kemampuan berkomunikasi lebih baik, membentuk hubungan yang lebih kuat dengan orang disekitar, bisa lebih mudah mencapai sukses, dan saat bekerja kita akan mampu untuk mengatasi persoalan dengan baik, tanggap dalam segala sesuatu, dan tentunya mampu meniti jenjeng karir dalam kerja yang lebih tinggi.

Kecerdasan emosional sangat penting bagi kehidupan seseorang karena itu adalah salah satu kunci sukses dalam hidupnya. Cara terbaik untuk mengembangkan keterampilan emosional kita adalah melalui praktek dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita kemudian dapat menjadi lebih efisien dalam mengenali dan mengelola emosi kita serta emosi orang lain dan membuat kita lebih bahagia, hidup lebih sukses dan terpenuhi segala yang kita inginkan.

PERLUKAH MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL ?

Dalam dunia yang kompetitif dan global ini, banyak orang dapat melakukan pekerjaan yang kita lakukan, karena itu, kita harus mampu bersaing, berbuat sesuatu yang menjadikan kita di atas dalam persaingan baik dalam pendidikan atau dalam pekerjaan. Salah satu cara untuk membedakan diri dari orang lain adalah melalui peningkatan kecerdasan emosi.

Bila dikaitkan dengan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, maka peningkatan kecerdasan emosional menjadi urutan pertama dibandingkan dengan kecerdasan kecerdasan lainnya.

Kecerdasan emosional bisa dikembangkan melalui kelas-kelas pelatihan yang diadakan baik secara personal maupun kolektif dengan metode andragogi/ (pendidikan orang dewasa). Namun tidak kalah pentingnya bila kita rasakan emosi yang terlatih adalah berkat kebiasan yang baik diusia dini . Ternyata kecerdasan emosional juga berkembang seiring meningkatnya usia kita walaupun dilapangan masih banyak dijumpai bahwa usia yang tinggi belum tentu mempunyai Emosi yang baik dan terkelola dengan benar.

Selain pelatihan pelatihan, ternyata membaca karya sastra juga bisa membantu kita meningkatkan kecerdasan emosional, karena memasuki karakter suatu tokoh bisa membangun rasa empati kita. Orang yang pandai mengendalikan emosi adalah orang hidupnya lebih nyaman dalam berbagai kondisi. Upaya mendapatkan umpan balik dari orang lain disekeliling kita juga dapat meningkatkan kecerdasan emosional, serta banyak cara lain untuk meningkatkan kecerdasan emosional kita.

Mari kita lihat kedepan bahwa kecerdasan yang bermanfaat adalah kecerdasan yang bisa membawa kebaikan bagi orang banyak. (ems’60)


Rabu, 07 Maret 2012

Kidung Kinanthi: Waktu [dan] Padi Menguning

Kidung Kinanthi: Waktu [dan] Padi Menguning
Subhanallah, segar betul pemandangan dan isi tulisannya, jasa petani yang tak terkira nilainya, pandainya mbak Ririe mengurai kata demi sehamparan Sawah yg terbentang.
Memang tidak semua daerah bisa tanam 3x setaon, selaian kondisi lahan, infut yg siap tanam, sapras sangat memungkinkan, dan yang terpenting adalah mental petani yang gigih untuk berusaha & memanfaatkan waktu.

salut buat mbak Ririe,

Kidung Kinanthi: Waktu [dan] Padi Menguning

Kidung Kinanthi: Waktu [dan] Padi Menguning
Subhanallah, segar betul pemandangan dan isi tulisannya, jasa petani yang tak terkira nilainya, pandainya mbak Ririe mengurai kata demi sehamparan Sawah yg terbentang.
Memang tidak semua daerah bisa tanam 3x setaon, selaian kondisi lahan, infut yg siap tanam, sapras sangat memungkinkan, dan yang terpenting adalah mental petani yang gigih untuk berusaha & memanfaatkan waktu.

salut buat mbak Ririe,

Kidung Kinanthi: Waktu [dan] Padi Menguning

Kidung Kinanthi: Waktu [dan] Padi Menguning
Subhanallah, segar betul pemandangan dan isi tulisannya, jasa petani yang tak terkira nilainya, pandainya mbak Ririe mengurai kata demi sehamparan Sawah yg terbentang.
Memang tidak semua daerah bisa tanam 3x setaon, selaian kondisi lahan, infut yg siap tanam, sapras sangat memungkinkan, dan yang terpenting adalah mental petani yang gigih untuk berusaha & memanfaatkan waktu.

salut buat mbak Ririe,

Jumat, 24 Februari 2012

" PROSES dan FIGUR "

Hidup memang perlu dan harus melalui PROSES.
Baik itu mendengar, melihat, meniru, melakoni, memberontak,menganalisa dan lain sebagainya. Keseluruhan hal itu bila berjalan dari waktu ke waktu dan pastilah akan mengalami perubahan, apakah perubahan itu bentuknya permanen ataupun bersipat sementara. Baik itu positif maupun negatif.

Dalam filosofi Cina juga kita kenal dengan istilah kira kira begini bunyinya,
" Bila kita Dengar, kita lupa "
" Bila kita Lihat , kita ingat "
" Bila kita Kerjakan, maka kita akan mengerti "
Kalau sepintas filosofi itu biasa saja dan sangat sederhana, tapi kalau lansung diterapkan maka akan jelas perbedaannya.

Untuk mendapatkan hasil yang berkuwalitas baik dan positif, sangat diperlukan FIGUR yang bagus dan baik pula. Hal ini merupakan acuan atau contoh untuk dipedomani. Waktu saya kecil selalu mendengar istilah/pepatah mengatakan " Guru kencing berdiri, anak kencing berlari " wiiiich sangat tidak enak kedengarannya .

Ternyata kondisi dilapangan sekarang apa yang terjadi ??? memang benar adanya apa yang terjadi akhir akhir ini di Negara yang kaya raya dan kita cintai ini, yaaaa.......... itu lah kenyataannya banyak " Kegagalan Pembangunan" terjadi dimana mana, baik itu pembangunan "Fisik" maupun pembangunan "Mental".

Bicara tentang mental sebenranya tidak bisa dibentuk dalam waktu yang instan. Terutama bagi penerus perjuangan bangsa ini, sekali lagi semuanya by Proses. Hal ini memerlukan proses yang panjang.... " have a long time and silent " dan memerlukan keterlibatan orang banya. Baik itu keluarga lingkaran dalam dan luar rumah dan atau lingkungan tempat tumbuh kembangnya si makhluk Allah yang kita sebut "Manusia"

Adalah menjadi tanggung jawab kita semua, karena kita juga termasuk dalam "Pembangunan" tersebut diatas. Huuwaa haaa haaa haaaa,,,,,, bisakah kita melakoni dengan baik ????? dan dapatkah kita melakukan Perubahan ???? wuaullahualam bissawabb....

Yang penting kalau kita mau, maka ....mulailah dari diri kita sendiri, mulai lah dari yang kecil dan mulailah hari ini jugaaaaa ( kata2 motivasi yang selalu mengiang ngiang ditelinga kita ) Hooouuuuppss.... ayoo....bangkit dan mulaiii. <<< good luck>>>

Kamis, 23 Februari 2012

Patutlah Bersyukur Atas Nikmat Allah SWT.

Bila kita ingat dan pahami benar apa arti dari surat"Ar Rahman " (Yang Maha Pemurah ), maka kita pasti akan selalu bersyukur kehadiratNya. Rasanya tidak bisa kita pungkiri bahwa jalan/ kemudahan itu selalu ada dari sang " Pencipta Jagadraya" ini. Apakah kita sebagai manusia tidak tahu akan hal itu ? Wuuuh keterlaluan kalau sampai begitu adanya.

Berbicara tentang kemudahan, pasti tidak akan sama mempersepsikanya, bisa saja seseorang bilang mudah sementara orang lain belum tentu. Begitulah perdebatan yang ada di permukaan .

Teringat akan peraturan yang mengatur keberadaan Pegawai Negeri Sipil, banyak cara orang menaggapinya tentu berbeda beda. Contohnya saja tentang penyesuaian Ijazah, sebagian besar Pegawai yang terlibat lansung dalam proses tersebut ada yang mensyukuri, tetapi tidak kurang/ banyak yang TIDAK MENSYUKURI hal tersebut.

Pertanyaanya dari mana dapat disimpulkan begitu ??
Pada Instansi Pembina PNS, dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) diseluruh Indonesia, secara priodik melakukan Penyesuaian Ijazah bagi PNS yang memegang golongan I dan II, penyesuaianIjazah dari Gol I menjadi Golongan II atau Golongan II menjadi Gol III.

Tentunya dengan persyaratan Akademis dan persyaratan teknis lainya. Persoalan dilapangan mereka di uji selama 2-3 hari, dengan serba keterbatasan yang dimiliki tentu tidak sepadan dengan hasil yang akan di peroleh.

Peserta diwajibkan mengikuti ujian tertulis dan ujian wawancara. Bagi mereka yang pandai bersyukur atas kesempatan dan kemudahan ini tentu mempersiapkan diri dengan baik dan cermat. Sebaliknya ada yang asal asalan saja menjawabnya, Naah bukankah itu terkatagori Tidak Mensyukuri nikmat yang Allah berikan melalui fasilitas tersebut ??

Alasan klasik yang dilemparkan dari para peserta antara lain, badan kurang Fit lah, pusing kepala lah, waktu tak cukuplah, tempat ujian kurang nyamanlah dan sebagainya, bahkan ada yang berpenampilan sekenanya saja seperti rambut tak rapi, baju selebor, pakai sendal layaknya ke Plaza dan lain lain.

Pokoknya seenaknya dan penuh alasan yang dibuat sedemikian rupa. Aaachhh memang terlalu, sudah diberi kemudahan untuk tidak ikut kenaikan pangkat reguler masih juga banyak alasan. Padahal kalau lulus mereka dapat pemotongan waktu antara 8 sampai 12 tahun, kenapa tidak, setiap 1 kali kenaikan pangkat reguler itu harus dilalui 4 tahun kerja.

Bayangkan diberi kemudahan hanya ujian 2 hari saja untuk melampaui 8-12 tahun itu masih juga tidak pandai berterimakasih kepada sang " Pemurah " ???? Untuk kesempatan tersebut pada kelompok yang diwawancarai, saya ajak mereka untuk merenung kebesaran Allahu Rabbi, jangan mentang mentang sudah S1 maka otomatis harus dapat penyesuaian ijazah ? dan bisa berbuat semena menanya saja, woow tidak !!!!

Untuk itu mari kita gali potensi diri, tambah wawasan, buka komunikasi yang baik dengan semua pihak, tingkatkan kemamapuan dan hal lain yang positif. Selanjutnya jangan lupa bahwa keberadaan dan kerhasilan kita tersebut adalah akibat adanya andil besar dari instansi pembina juga dari keluarga, baik itu keluarga tersekat seperti Orangtua (Ayah, ibu dan atau mertua ), suami/isteri, anak anak dan keluarga terdekat lainya bahkan mungkin tetangga.

Jadi mari kita belajar untuk tidak munafik terhadap proses kehidupan ini, percaya atau tidak inilah bentuk kenyataan, dimana suatu kemudahan yang diberi sang "Pemurah" kepada saudara2ku yang ikut menjalani proses Penyesuaian Ijazah. Jangan sekali kali mengatakan keberhasilan itu akibat perjuangan kita sendiri, itu salah besar.

Bersyukur,bersyukur dan bersyukur itu yang perlu dicamkan dalam hati, kemudian diaplikasikan dalam tindakan sehari hari, maka lengkaplah nikmat yang kita rasakan.
Selamat kepada semua rekan rekan yang menikuti Penyesuaian Ijazah, semoga Allah meridhoi segala jerih payah n usaha yang dijalankan seluruh Peserta.
@=SUKSES SELALU=@